Beasiswa TF1000 Bantuan Biaya Hidup untuk Dwi Astuti

Dwi Astuti (Tuti) – TF15

Asal: Banjarnegara

Berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah, Dwi Astuti – biasa dipanggil Tuti, mahasiswi Teknik Fisika ITB angkatan 2015 – datang dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh petani yang penghasilannya relatif pas-pasan untuk hidup sehari-hari sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Hidup dan menempuh pendidikan perguruan tinggi yang jauh dari orang tua, Tuti dituntut untuk hidup mandiri oleh keadaan karena orang tuanya tidak mampu mengirimkan uang secara teratur.

Namun demikian, kondisi ekonomi keluarga tidak membuat Tuti berkecil hati apalagi menyerah. Dengan perjuangan yang sangat keras dan dengan kegigihannya, Tuti dapat diterima di Fakultas Teknologi Industri ITB melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mensyaratkan nilai akademis yang baik dan konsisten. Di tahun ke-2 di ITB, Tuti melabuhkan pilihannya pada program studi Teknik Fisika karena melihat bahwa Teknik Fisika adalah disiplin ilmu yang memungkinkan inovasi dapat diterapkan di daerah sekitarnya sehingga dapat mengangkat derajat orang tua.

Syukurlah ketika pertama kali masuk ITB, Tuti berhasil mendapatkan Beasiswa Bidikmisi. Beasiswa Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik sampai lulus tepat waktu.

Selesai kah persoalan finansial Tuti? Belum! Beasiswa yang diterima dari Bidikmisi ternyata hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pembayaran SPP. Namun untuk kebutuhan sehari-hari Tuti seperti sewa kamar kos, makan, buku, transportasi dan lain-lainnya, Tuti harus mengusahakannya sendiri.

Tuti pernah mengusahakan pendapatan tambahan dengan menjadi tutor siswa SMA di sela-sela kesibukan kuliah, ujian dan praktikum. Kondisi ini justru membuat Tuti semakin bersemangat menyelesaikan studinya di Teknik Fisika ITB dan semakin mengasah kepekaan sosialnya.

Kepekaan sosial Tuti ini yang membuat Tuti mempunyai minat yang cukup tinggi pada kegiatan volunteering – aktif dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) HMFT, berpartisipasi dalam Kemenkoan KM-ITB, dan juga volunteering menjadi guru tuna netra.

Pada pertengahan tahun 2018, Tuti meraih Beasiswa IATF-TF1000 yang digagas oleh Alumni Teknik Fisika ITB berbagai angkatan. Beasiswa IATF-TF1000 ini membuat Tuti secara ekonomi dapat hidup cukup layak, sehingga Tuti tidak perlu jungkir balik mencari uang tambahan lagi. Waktu yang dipunyai Tuti bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi dan pencapaian akademiknya.

Januari 2019, Tuti mengikuti lomba International Joint Capstone Design (I-Caps) di Taiwan. Pada program ini peserta ditantang untuk dapat bekerja sama dalam mencari ide, merancang, dan membuat prototipe sesuai dengan tema/topik yang diberikan. Tim yang terdiri dari mahasiswa berbagai disiplin ilmu rekayasa dan desain produk dari lima negara peserta dan 13 universitas anggota konsorsium Innovation Center for Engineering Education dengan Hub di Chonbuk National University (CBNU). Peserta dikelompokkan ke dalam sebuah tim yang terdiri dari 4-7 orang peserta dari 2-3 negara yang berbeda. (Link lengkap mengenai i-Caps ada disini)

Tuti, bersama dengan timnya yang terdiri dari 3 mahasiswa Indonesia dan 2 mahasiswa Korea Selatan. berhasil memenangkan Grand Prize dalam perlombaan Engineering Solution. Pencapaian ini bagaikan mimpi bagi Tuti karena tidak pernah terbersit dirinya bisa memenangkan inovasi teknologi apalagi sampai ke luar negeri.

Saat tulisan ini dibuat, Tuti adalah mahasiswi semester 8 yang sedang mengerjakan tugas akhir dengan topik “Pengembangan sistem instrumentasi pencitraan topografi kulit menggunakan frinji digital”

Demikian profil singkat dari salah satu penerima dana manfaat TF1000 berupa beasiswa bantuan biaya hidup. Misi dari pemanfaatan dana TF1000 yang kita miliki adalah untuk membantu meringankan beban adik-adik kita mahasiswa-mahasiswi Teknik Fisika ITB yang memiliki kesulitan ekonomi, sehingga adik-adik kita dapat menjalani studinya dengan lebih baik.

Paraomz dan Tantez Skullers mau ikut berpartisipasi untuk melancarkan program beasiswa TF1000 ini?

Bagaimana caranya supaya saya bisa berkontribusi di Beasiswa IATF-TF1000?
Mudah sekali! Anda bisa langsung transfer ke rekening-rekening penampung IATF ITB sbb:

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan kontribusi Anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s