IATF ITB Golf Tournament 2019

IATF ITB Golf Tournament 2019
Sunday, 22 September 2019
Damai Indah Golf BSD

Open for all ITB alumni and public!

Registration fee is Rp 2.500.000,-/person

Bank account for IATF Golf
BCA KCP Sejati Mulia
a/n Nugroho Wibisono
No. Rek. 5540 333 4791

For registration, please contact:
Zamroni (0812 1972 158)
Non Novia (0812 9028 7703)

IATF ITB Golf Tournament 2019 adalah salah satu upaya IATF dalam penggalangan dana bagi Beasiswa TF1000 yang ditujukan bagi mahasiswa TF ITB secara ekonomi kurang. Selain itu jika dana yang terakumulasi cukup banyak, program Beasiswa TF1000 akan diperluas ke pengembangan fasilitas di TF ITB dan program lain yang bermanfaat untuk pengembangan kemampuan mahasiswa TF ITB.

Alumni TF ITB Ciptakan Inovasi Alat Precision Farming

*Alat Encomotion saat diaplikasikan di lokasi pertanian (Dok. Pribadi)

Nugroho Hari Wibowo, Alumni Teknik Fisika ITB tahun 2010, menciptakan sebuah inovasi sistem irigasi pintar untuk petani yang dapat menyiram tanaman secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman (precision farming). Inovasi teknologi di bidang irigasi pertanian tersebut ia buat bersama 9 anggota kelompok inti perusahaan BIOPS Agrotekno.

“Kami ingin menghadirkan era baru bagi petani di Indonesia, meningkatkan daya hasil panen baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” ucap Nugroho kepada Reporter Humas ITB saat ditemui di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPiK) ITB, Jumat (28/6/2019).

 

Sistem inovasi yang dibuat bernama Encomotion. Ada dua alat inovasi besar yang dikerjakan, diantaranya adalah Encomotion Monitoring dan Encomotion Controlling. Encomotion Monitoring bekerja dengan cara mendeteksi temparatur, cahaya, kelembaban, curah hujan, dan arah angin. Data hasil deteksi tersebut kemudian dikirim ke server dan Dashboard Encomotion melalui jaringan internet. Data yang diterima oleh Dashboard Encomotion tersebut barulah kemudian diproses oleh Encomotion Controlling. Encomotion Controlling pada akhirnya akan bertanggung jawab mengatur sistem irigasi tanaman tersebut.
Tanaman sayur dan buah-buahan sangat rentan dengan jumlah penyiraman air. Jika air yang disiram terlalu banyak, akar tanaman bisa menjadi busuk. Namun, jika air yang disiram terlalu sedikit, nutrisi tanaman jadi tidak optimal. Namun kini, masalah ini mendapat solusi. Terbukti, dengan Encomotion, tanaman sayur dan buah-buahan tumbuh dengan seragam, rata-rata luas daun lebih besar, dan diameter batang tanaman pun lebih lebar.
*Dok. Pribadi
Dijelaskan Nugroho, jika dibandingkan dengan pertanian konvesional, Encomotion mampu meningkatkan 40% produktivitas, menghemat 50% waktu yang dibutuhkan, serta mengurangi jumlah air dan pupuk hingga 40%. Kini, petani memiliki data mengenai kebutuhan tanamannya secara lebih pasti. Petani dimampukan untuk bergerak sesuai data, bukan sekadar insting.
“Apabila kelembaban tinggi, petani tahu harus mempersiapkan apa untuk menghalau jamur. Apabila hasil panen tidak optimal, petani juga tahu sebab pastinya, semua kegagalan panen bukan hanya karena nasib petani yang sedang jelek,” sambungnya.
Dibimbing oleh LPiK ITB sejak tahun 2016, BIOPS Agrotekno kemudian diberi wawasan bisnis yang lebih banyak. Encomotion kemudian dikomersilkan dengan tiga cara, diantaranya dengan beli putus, sistem sewa, ataupun bagi hasil. Bisnis model ini dinilai lebih tepat mengingat tujuan awal BIOPS adalah menjadi mitra yang saling menguntungkan untuk petani, mereka tidak ingin keterbatasan biaya menghalangi petani untuk mengetahui kebutuhan tanaman mereka sesuai data yang konkreat.
Menghadirkan era baru bagi petani di Indonesia tentu saja merupakan suatu hal yang tidak mudah. Pengembangan sistem sejak tahun 2010 ini masih terus melakukan penelitian terkait pengembangan-pengembangan sistem selanjutnya. BIOPS tengah berkutat mempersiapkan Encomotion untuk lahan pertanian yang lebih besar, begitupula juga tertarik memberikan solusi terkait dua masalah pokok pertanian selain penyiraman, yakni hama dan pupuk. “Pupuk harganya mahal, kalau petani tidak tahu seberapa banyak pupuk yang harus diberikan, takutnya petani malah buang-buang uang ke tanahnya. Makanya sekarang juga lagi mengembangkan kalkulator pupuk,” ujar pria yang kerap disapa Bowo itu.
Mengedukasi petani menjadi tantangan terberat untuk BIOPS mengingat mayoritas petani di Indonesia berumur 60 tahun keatas dan hanya lulusan sekolah dasar. Selain itu, BIOPS juga masih punya PR yang harus diselesaikan terkait dampak dari produk temuannya ini. “Apabila komoditas sayur dan buah-buahan yang dihasilkan petani melimpah ruah, produktivitas terlampau tinggi, harganya akan jatuh dan petani ujung-ujungnya pun merugi. Maka dari itu, BIOPS juga tengah mengembangkan ekstraksi produk terkait persoalan ini. Jika jumlah komoditas sangat banyak, maka produk sebaiknya diolah, tidak dijual mentah-mentah, oleh karena itu pemberdayaan petani juga menjadi hal yang penting,” jelasnya.
*Nugroho Hari Wibowo (Dok. Pribadi)
Meski sudah banyak menjuarai kompetisi dan mendapat pendanaan hingga ratusan juta, BIOPS Agrotekno masih memerlukan banyak tanggapan serta saran terkait inovasi produk yang diusungnya. Saat di lapangan, founder dari BIOPS itu mengaku bahwa mereka masih menghadapi beragam masalah, seperti masalah daya listrik dan signal di beberapa tempat. BIOPS sangat menjunjung smart kaloborasi, hal ini karena pengembangan sistem perlu mendapat kontribusi dari beragam disiplin ilmu.
“Dulu, Indonesia dijajah karena potensi agraris yang sungguh kaya. Untuk itu, bangsa kita seharusnya bisa besar dengan hasil alamnya. Pertanian Indonesia bisa bangkit,” tutup Bowo.
Reporter: Evita Sonny (SBM 2017)

Proses Seleksi Beasiswa IATF TF1000 Tahun 2019

Foto 1. Ki-ka: Bpk Sutanto Hadisupadmo (TF72/Dosen TF ITB), Embun Marintan (TF09/Bendahara IATF), Nugroho Wibisono (TF98/Ketua IATF) berfoto di TF Lounge, Labtek VI, ITB Bandung

Foto 2. Embun sedang mewawancara salah satu pelamar Beasiswa IATF TF1000

Foto 3. Timeline Proses Seleksi Beasiswa IATF TF1000 tahun 2019.

Sahabat Alumni TF ITB yang baik hatinya. Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya bahwa Beasiswa IATF-TF1000 membuka kesempatan bagi mahasiswa TF ITB yang kekurangan secara ekonomi untuk mendapat bantuan dana hibah dari alumni TF ITB.

Mulai tahun 2018, pengurus IATF memberlakukan proses seleksi Beasiswa IATF-TF1000 mulai dari pendaftaran, pengecekan administrasi sampai sesi wawancara bagi pelamar beasiswa IATF-TF1000. Tahun 2019 ini prosesnya juga sama namun dengan persiapan yang lebih baik dan antusiasme mahasiswa TF yang lebih tinggi. Total ada 19 orang pelamar dari mahasiswa S1 Teknik Fisika ITB dari tingkat 2,3 sampai tingkat 4. Thanks to Embun!

Mengapa ada proses seleksi? Ini adalah upaya pengurus IATF untuk meyakinkan bahwa penerima Beasiswa IATF TF1000 ini memang benar layak menerima bantuan karena target penerima Beasiswa IATF TF1000 saat ini adalah mahasiswa TF ITB yang secara ekonomi kekurangan.

Selain itu, berdasarkan hasil seleksi termasuk wawancara, mulai tahun ini IATF akan memberlakukan variasi besaran dana beasiswa IATF TF1000 berdasarkan profil ekonomi dan kondisi keluarga dari mahasiswa TF karena setiap mahasiswa TF itu unik kondisi ekonomi dan keluarganya. Hal ini bertujuan supaya besaran dana Beasiswa IATF TF1000 ini mencukupi untuk kebutuhan layak tinggal di Bandung namun juga tidak terlampau besar untuk menghindari gaya hidup konsumtif mahasiswa TF.

Hari kemarin dan hari ini (Sabtu, 10 Agustus 2019) adalah hari wawancara antara IATF, alumni TF dan dosen TF dengan mahasiswa TF calon penerima beasiswa IATF TF1000. Jangan dibayangkan wawancaranya angker dan seram lho! Malah banyak ketawa-ketiwinya, baik pewawancara maupun yang diwawancara. Ini adalah upaya membuat mahasiswa TF lebih rileks, terbuka dan suasana kekeluargaan dengan IATF. Kelak mereka yang diwawancara akan jadi alumni TF dan bisa jadi akan duduk di kursi pewawancara.

Minggu depan adalah minggu pengumuman penerima Beasiswa IATF TF1000. Mudah-mudahan dana hibah dari Alumni TF ITB dapat tersalurkan dan termanfaatkan dengan baik.

Vivat FT! Vivat TF! Vivat ITB!

#iatfitb

Forum Komunikasi Alumni TF ITB Instrument & Control Engineer

IATF dengan bangga meluncurkan forum komunikasi antara alumni Teknik Fisika ITB yang berprofesi sebagai Instrument & Control Engineer. Dengan dibidani oleh Tsulusun Ar Royan (TF01) dan dibantu beberapa administrator beberapa alumni TF ITB, lahir lah forum komunikasi alumni TF ITB dengan menggunakan aplikasi Telegram.

Forum komunikasi ini dibuat dengan tujuan sbb:

  • Berbagi informasi lowongan kerja (fresh graduate ataupun experience)
  • Wadah diskusi teknis & non-teknis seputar instrument, automation & control system. Adik-adik yang baru lulus dan akan lulus dari TF ITB juga supaya semakin luas wawasan dengan pekerjaan di dunia nyata.
  • Sharing suka-duka pekerjaan di kantor maupun di lapangan
  • Memfasilitasi iklan barang & jasa dari perusahaan milik alumni TF supaya bisa saling bersinergi antar EPC, vendor, training provider, supplier dan end-user.
  • Informasi proyek kecil-kecilan yang bisa dikerjakan bersama

Selamat berbagi!

Bagi alumni Teknik Fisika ITB yang berminat bergabung dan berkontribusi, install aplikasi telegram di smartphone-mu dan klik link ini.