Undangan Silaturahmi Alumni TF ITB 2019

Dear alumni TF ITB,

Dengan ini IATF dan HMFT mengundang alumni TF ITB, IATF Runners “SkullRunners” dan tim support IATF Runners untuk hadir pada

Acara: Silaturahmi Alumni TF ITB & Penyambutan IATF Runners di Kampus ITB

Waktu: Minggu, 13 Oktober 2019, jam 10.00-13.00

Tempat: Program Studi Teknik Fisika, Labtek 6, Kampus ITB, Jl Ganesha 10 Bandung

http://bit.ly/prodiTFITB

Agenda:

– Temu kangen alumni TF ITB

– Penghargaan kepada IATF Runners “SkullRunners” dan tim support yang telah berlari 200 km Jakarta-Bandung untuk menggalang dana bagi ITB dan program TF1000

– Penghargaan kepada Panitia IATF Golf Tournament 2019 yang menggalang dana bagi program TF1000

– Pembagian gratis buku Talents Mapping karya Abah Rama (TF64) (stok terbatas!) kepada alumni TF ITB dan IATF Runners

– Penyerahan beasiswa IATF-TF1000 dari IATF kepada mahasiswa TF ITB

– Sekilas kegiatan IATF ITB

Gelaran IATF ITB Golf Tournament 2019

IATF ITB Golf Tournament 2019 telah dilaksanakan pada hari Minggu, 22 September 2019 di Damai Indah Golf BSD Serpong.

IATF ITB Golf Tournament 2019 adalah salah satu upaya IATF dalam penggalangan dana bagi Beasiswa TF1000 yang ditujukan bagi mahasiswa TF ITB secara ekonomi kurang.

Selain itu jika dana yang terakumulasi cukup banyak, program Beasiswa TF1000 akan diperluas ke pengembangan fasilitas di TF ITB dan program lain yang bermanfaat untuk pengembangan kemampuan mahasiswa TF ITB.

Pengurus IATF ITB ucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan sponsor yakni Telkomsel, BFI Finance, Telkom Indonesia, Yokogawa, DTP, PGN, Protelindo, FWD, PLN, Ciwaru Pay, Rekind, Pertamina, Ultrachem, MedcoEnergi, Inka, Triputra Grup, Packet Systems, Netpoleon, Ostrada Indonesia, MR DIY, DSI, Eltran Indonesia, Transavia Otomasi, GT Radial, Bebek Dower, Bukit Asam, Recon Sarana Utama, Pertamina International Shipping, Papiyo, Shell Lubricants, Pernadi Wiraperkasa, SPC, Multi Karya Cemerlang, Lima Pilar Perkasa, Wifgasindo, EDF, Jetec Indonesia, Rekayasa Engineering, Abipraya

Revisi Video Iqbal rev1

IATF ITB Golf Tournament 2019

IATF ITB Golf Tournament 2019
Sunday, 22 September 2019
Damai Indah Golf BSD

Open for all ITB alumni and public!

Registration fee is Rp 2.500.000,-/person

Bank account for IATF Golf
BCA KCP Sejati Mulia
a/n Nugroho Wibisono
No. Rek. 5540 33 4791

For registration, please contact:
Zamroni (0812 1972 158)
Non Novia (0812 9028 7703)

IATF ITB Golf Tournament 2019 adalah salah satu upaya IATF dalam penggalangan dana bagi Beasiswa TF1000 yang ditujukan bagi mahasiswa TF ITB secara ekonomi kurang. Selain itu jika dana yang terakumulasi cukup banyak, program Beasiswa TF1000 akan diperluas ke pengembangan fasilitas di TF ITB dan program lain yang bermanfaat untuk pengembangan kemampuan mahasiswa TF ITB.

Alumni TF ITB Ciptakan Inovasi Alat Precision Farming

*Alat Encomotion saat diaplikasikan di lokasi pertanian (Dok. Pribadi)

Nugroho Hari Wibowo, Alumni Teknik Fisika ITB tahun 2010, menciptakan sebuah inovasi sistem irigasi pintar untuk petani yang dapat menyiram tanaman secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman (precision farming). Inovasi teknologi di bidang irigasi pertanian tersebut ia buat bersama 9 anggota kelompok inti perusahaan BIOPS Agrotekno.

“Kami ingin menghadirkan era baru bagi petani di Indonesia, meningkatkan daya hasil panen baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” ucap Nugroho kepada Reporter Humas ITB saat ditemui di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPiK) ITB, Jumat (28/6/2019).

 

Sistem inovasi yang dibuat bernama Encomotion. Ada dua alat inovasi besar yang dikerjakan, diantaranya adalah Encomotion Monitoring dan Encomotion Controlling. Encomotion Monitoring bekerja dengan cara mendeteksi temparatur, cahaya, kelembaban, curah hujan, dan arah angin. Data hasil deteksi tersebut kemudian dikirim ke server dan Dashboard Encomotion melalui jaringan internet. Data yang diterima oleh Dashboard Encomotion tersebut barulah kemudian diproses oleh Encomotion Controlling. Encomotion Controlling pada akhirnya akan bertanggung jawab mengatur sistem irigasi tanaman tersebut.
Tanaman sayur dan buah-buahan sangat rentan dengan jumlah penyiraman air. Jika air yang disiram terlalu banyak, akar tanaman bisa menjadi busuk. Namun, jika air yang disiram terlalu sedikit, nutrisi tanaman jadi tidak optimal. Namun kini, masalah ini mendapat solusi. Terbukti, dengan Encomotion, tanaman sayur dan buah-buahan tumbuh dengan seragam, rata-rata luas daun lebih besar, dan diameter batang tanaman pun lebih lebar.
*Dok. Pribadi
Dijelaskan Nugroho, jika dibandingkan dengan pertanian konvesional, Encomotion mampu meningkatkan 40% produktivitas, menghemat 50% waktu yang dibutuhkan, serta mengurangi jumlah air dan pupuk hingga 40%. Kini, petani memiliki data mengenai kebutuhan tanamannya secara lebih pasti. Petani dimampukan untuk bergerak sesuai data, bukan sekadar insting.
“Apabila kelembaban tinggi, petani tahu harus mempersiapkan apa untuk menghalau jamur. Apabila hasil panen tidak optimal, petani juga tahu sebab pastinya, semua kegagalan panen bukan hanya karena nasib petani yang sedang jelek,” sambungnya.
Dibimbing oleh LPiK ITB sejak tahun 2016, BIOPS Agrotekno kemudian diberi wawasan bisnis yang lebih banyak. Encomotion kemudian dikomersilkan dengan tiga cara, diantaranya dengan beli putus, sistem sewa, ataupun bagi hasil. Bisnis model ini dinilai lebih tepat mengingat tujuan awal BIOPS adalah menjadi mitra yang saling menguntungkan untuk petani, mereka tidak ingin keterbatasan biaya menghalangi petani untuk mengetahui kebutuhan tanaman mereka sesuai data yang konkreat.
Menghadirkan era baru bagi petani di Indonesia tentu saja merupakan suatu hal yang tidak mudah. Pengembangan sistem sejak tahun 2010 ini masih terus melakukan penelitian terkait pengembangan-pengembangan sistem selanjutnya. BIOPS tengah berkutat mempersiapkan Encomotion untuk lahan pertanian yang lebih besar, begitupula juga tertarik memberikan solusi terkait dua masalah pokok pertanian selain penyiraman, yakni hama dan pupuk. “Pupuk harganya mahal, kalau petani tidak tahu seberapa banyak pupuk yang harus diberikan, takutnya petani malah buang-buang uang ke tanahnya. Makanya sekarang juga lagi mengembangkan kalkulator pupuk,” ujar pria yang kerap disapa Bowo itu.
Mengedukasi petani menjadi tantangan terberat untuk BIOPS mengingat mayoritas petani di Indonesia berumur 60 tahun keatas dan hanya lulusan sekolah dasar. Selain itu, BIOPS juga masih punya PR yang harus diselesaikan terkait dampak dari produk temuannya ini. “Apabila komoditas sayur dan buah-buahan yang dihasilkan petani melimpah ruah, produktivitas terlampau tinggi, harganya akan jatuh dan petani ujung-ujungnya pun merugi. Maka dari itu, BIOPS juga tengah mengembangkan ekstraksi produk terkait persoalan ini. Jika jumlah komoditas sangat banyak, maka produk sebaiknya diolah, tidak dijual mentah-mentah, oleh karena itu pemberdayaan petani juga menjadi hal yang penting,” jelasnya.
*Nugroho Hari Wibowo (Dok. Pribadi)
Meski sudah banyak menjuarai kompetisi dan mendapat pendanaan hingga ratusan juta, BIOPS Agrotekno masih memerlukan banyak tanggapan serta saran terkait inovasi produk yang diusungnya. Saat di lapangan, founder dari BIOPS itu mengaku bahwa mereka masih menghadapi beragam masalah, seperti masalah daya listrik dan signal di beberapa tempat. BIOPS sangat menjunjung smart kaloborasi, hal ini karena pengembangan sistem perlu mendapat kontribusi dari beragam disiplin ilmu.
“Dulu, Indonesia dijajah karena potensi agraris yang sungguh kaya. Untuk itu, bangsa kita seharusnya bisa besar dengan hasil alamnya. Pertanian Indonesia bisa bangkit,” tutup Bowo.
Reporter: Evita Sonny (SBM 2017)