Tim SkullRunners IATF Berhasil Finish di BNI-ITB Ultra Marathon 2020

Alhamdulillah. Kita ucapkan syukur kepada Tuhan YME atas selesainya partisipasi semua tim SkullRunners di ITB Virtual Ultra Marathon 2020.

Kita ucapkan selamat dan terima kasih untuk semua pelari di tim SkullRunners yang telah menyelesaikan ITB Ultra Marathon 2020 dengan selamat, sehat dan kompak serta tidak kurang suatu apapun.

Kita sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Frans Edison (TF07) selaku koordinator SkullRunners di ITB UM 2020, dan Agung DMS (TF85) selaku Panglima SkullRunners yang tak kenal lelah memotivasi kita semua serta semua kapten tim SkullRunners sehingga koordinasi dan pengaturan tim SkullRunners di ITB UM 2020 dapat berjalan dengan sangat baik. Well done!

Kita merasa bangga dan terharu dengan antusiasme semua anggota tim SkullRunners yang begitu tinggi. Apalagi yang membuat kita semua semakin bangga, seperti yang kita saksikan sendiri hari ini, generasi muda alumni TF sudah mendominasi tim SkullRunners dibandingkan tahun lalu. Bahkan sekat antar angkatan seakan memudar, lebih cair dalam bersenda gurau dan berkomunikasi ataupun ledek-ledekan.

Ini pertanda bahwa kekompakan dan guyubnya alumni TF bukan karena keinginan dan usaha segelintir alumni TF saja, tapi memang keinginan dan usaha kita semua untuk menjadi lebih kompak, lebih dekat dan lebih solid.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas partisipasi semua alumni TF ITB dalam ITB Ultra Marathon 2020 di tim SkullRunners. Semoga SkullRunners bisa mencapai hasil yang lebih baik di tahun-tahun mendatang dengan pasukan alumni TF yang lebih bugar, lebih siap dan lebih kuat.

Vivat FT! Vivat TF! Vivat ITB!

SkullRunners TIM ULTRA – ITB UM 2020

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

SkullRunners Tim Ultra terdiri dari Frans Edison (TF07) dan Fajar M (TF15).

TEAM OF 2 ! TANDEM F ! Frans & Fajar !

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

SkullRunners TIM KUAT – ITB UM 2020

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

SkullRunners Tim Kuat terdiri dari Agse (TF01), Aldri (TF01), Bene (TF15), Felicia (TF09), Hilman (TF13), Abil (TF15), M. Wahid (TF14), Sarah (TF12), Suharman (TF05)

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

SkullRunners TIM KERAS – ITB UM 2020

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

SkullRunners Tim Keras terdiri dari Sugiri (TF91), Eryan (TF96), Tommy (TF96), Dwi Satriya (TF01), Anya (TF04), Wilko (TF01), Fauzi (TF03), Ilmam (TF07), Malik (TF14)

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

SkullRunners TIM KENTAL – ITB UM 2020

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

SkullRunners Tim Kental terdiri dari Johar P (TF92), Ilo H. (TF96), Paula Flo (TF96), M. Rafiq (TF01), Bobby P (TF05), Setianto R. (TF06), M. Maulanal (TF12), Dina S. (TF14), Ismail (TF14).

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

SkullRunners TIM ENCER – ITB UM 2020

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

SkullRunners Tim Encer terdiri dari Deddy K. (TF82), Brian Y. (TF94), Estananto (TF92), Eko AP (TF91), R. Romadhon (TF91), N. Wibisono (TF98), Suyatman (TF76), Augie W. (TF95), Eko M.B (TF86), Estiyanti E. (TF87).

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

Setelah melalui persiapan yang cukup mepet, akhirnya segerombolan alumni TF ITB dari berbagai angkatan – dari angkatan 70-an, 80-an, 90-an, 00-an, 10-an – bertekad bulat mengikuti BNI-ITB Ultra Marathon 2020 yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020.

SkullRunners IATF Siap Berlaga di BNI-ITB Ultra Marathon 2020!

Acara ini tentunya bukan hura-hura semata. Ajang BNI-ITB Ultra Marathon 2020 ini menjadi wahana bagi alumni TF untuk mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga bersama, mengukuhkan jalinan silaturahmi dengan sesama alumni TF ITB dan yang tak kalah pentingnya adalah menggalang dana bagi mahasiswa Teknik Fisika ITB yang kurang beruntung secara ekonomi melalui “Run For TF1000”.

Kami – SkullRunners IATF – berlari bersama dengan semangat “Run For TF1000”. Dukung kami dengan memberikan donasi dengan transfer rekening dibawah ini

REKENING Beasiswa IATF-TF1000 – a/n EMBUN MARINTAN (TF09, Bendahara Umum IATF ITB)

BCA 8705 2970 76
Mandiri 1250 0098 44127
BNI 0721 704 746

Konfirmasikan keikutsertaan anda dengan kode Rp. 1000 setiap transfer. Misalnya anda hendak mentransfer Rp.100.000,-, maka transfer sebesar Rp.101.000 sebagai penanda bahwa anda berkontribusi untuk TF1000.

Siapakah pahlawan-pahlawan Alumni TF ITB yang hebat, sehat dan mulia hatinya ini? Ini dia merekaaa….

SkullRunners Tim ENCER terdiri dari Deddy K. (TF82), Brian Y. (TF94), Estananto (TF92), Eko AP (TF91), R. Romadhon (TF91), N. Wibisono (TF98), Suyatman (TF76), Augie W. (TF95), Eko M.B (TF86), Estiyanti E. (TF87)

SkullRunners Tim KENTAL terdiri dari Johar P (TF92), Ilo H. (TF96), Paula Flo (TF96), M. Rafiq (TF01), Bobby P (TF05), Setianto R. (TF06), M. Maulanal (TF12), Dina S. (TF14), Ismail (TF14)

SkullRunners Tim KERAS terdiri dari Sugiri (TF91), Eryan (TF96), Tommy (TF96), Dwi Satriya (TF01), Anya (TF04), Wilko (TF01), Fauzi (TF03), Ilmam (TF07), Malik (TF14)

SkullRunners Tim KUAT terdiri dari Agse (TF01), Aldri (TF01), Bene (TF15), Felicia (TF09), Hilman (TF13), Abil (TF15), M. Wahid (TF14), Sarah (TF12), Suharman (TF05)

SkullRunners Tim ULTRA terdiri dari Frans Edison (TF07) dan Fajar M (TF15).

Konsolidasi SkullRunners IATF dalam ITB Ultra Marathon 2020

Tahun 2020 menjadi tahun ke-4 penyelenggaraan BNI-ITB Ultra Marathon 2020, merupakan lomba lari yang digagas oleh Institut Teknologi Bandung dan Yayasan Solidarity Forever untuk merayakan HUT Institut Teknologi Bandung.

Event ini sudah menjadi agenda ITB dan sejak 2017 dan sangat dinantikan oleh masyarakat terutama alumni dan civitas akademika ITB. BNI-ITB Ultra Marathon terbukti mampu mempersatukan alumni ITB lintas jurusan, lintas angkatan maupun lintas generasi.

Namun dengan adanya pandemi Covid-19 yang berakibat pada pembatasan pertemuan fisik dalam skala besar, tahun 2020 event lari ITB Ultra Marathon akan dilakukan secara virtual di lokasinya masing-masing dan direcord melalui aplikasi, sebagai pengukur jarak tempuh tiap pelari.

BNI - ITB Ultra Marathon - Virtual • 2020

ITB Ultra Marathon tahun ini cukup mendadak pemberitahuannya, hanya terpaut 2 minggu saja antara pengumuman dan pelaksanaan! Bagaikan UTS dadakan dari dosen saja ahaayy…. Hal ini cukup bisa dipahami dari situasi dan kondisi saat ini yang menyulitkan panitia mengadakan persiapan ditambah dengan semakin mendekatnya hari pelaksanaan dengan libur akhir tahun 2020.

Ikatan Alumni Teknik Fisika ITB (IATF) melalui SkullRunners dalam gelaran ITB Ultra Marathon 2020 akan menurunkan 5 tim yang terdiri dari 1 tim Relay-2 dan 4 tim Relay-10 yang mana masing-masing tim akan melahap jarak 100 km.

Seperti kata negarawan Benjamin Franklin, “If you fail to plan, you are planning to fail!”. Maka pada Hari Selasa, 8 Desember 2020 jam 20.00, para alumni TF berkumpul dan berkonsolidasi melalui aplikasi Zoom. Konsolidasi ini tujuannya adalah briefing mengenai aturan main, setting aplikasi, serta tips dan trik penggunaan smart watch. Sembari berlari di ITB Ultra Marathon, alumni TF ITB tak lupa diingatkan bahwa tujuan berlari di ITB Ultra Marathon 2020 adalah menyambung silaturahmi antara alumni TF, mempromosikan gaya hidup sehat kepada alumni TF dan juga – ini yang tak kalah penting – menggalang dana untuk TF1000!

Dihadiri oleh sekitar 30 orang, yakni Panglima SkullRunners – Agung DMS (TF85), Ketum IATF – Nugroho Wibisono (TF98), Wakil Ketua IATF – Saifurrijal (TF99), perwakilan dosen – Deddy Kurniadi (TF82) serta Kapten SkullRunners dalam ITB Ultra Marathon 2020 – Frans Edison (TF07). Diskusi diadakan dengan serius namun santai sambil ber-hahahihi, khas Alumni TF ITB yang guyub dan akrab.

Semoga semua tim IATF dapat berlari dengan aman, sehat dan persahabatan semakin erat!

Vivat FT! Vivat TF! Vivat ITB!

Beberapa foto-foto peserta rapat konsoldias SkullRunners di Zoom.

Frans sedang memulai presentasi ITB Ultra Marathon Virtual Run 2020

Alumni TF ITB dan Monitoring Pergerakan KA Secara Realtime

Sjaikhunnas El Muttaqien (TF05)

Ir. Sjaikhunnas El Muttaqien, IPM adalah alumni Teknik Fisika ITB angkatan 2005 dan saat ini dipercaya menjabat sebagai  Executive Vice President Engineering PT LRS (Len Railway Systems).

Memonitor Pergerakan KA Secara Realtime & Terbuka, Memungkinkan Gak Sih?

Sumber: suaramerdeka.com

MEMONITOR pergerakan perjalanan kereta api (KA) di Pulau Jawa secara real time seperti aplikasi Flight Radar adalah hal yang memungkinkan. Hanya saja, persoalannya, apakah data perjalanan itu bisa dibuka untuk umum tentu ada pertimbangannya kendati bisa saja fitur tersebut dijadikan opsi bagian dari pelayanan kepada penumpang. Kenapa tidak?

Secara teknologi, “buka-bukaan” itu memungkinkan. Namun sekali lagi, itu adalah domain sang operator dan pemangku kepentingan lainnya. Dari pusat pengendali operasi (operation control centre), mereka memonitor grafik perjalanan KA untuk memastikan pergerakan di lapangan bergulir aman dan lancar.

No alt text provided for this image
Operation Control Center (OCC) Kereta Api

Kerja mereka ditopang oleh sistem pengendali yang dibangun PT Len Industri (Persero). BUMN strategis itu mendapat kepercayaan untuk membangun sedikitnya 8 OCC di lingkup operasi PT KAI. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya berada di lintas utama Jawa yakni Daop 1 Jakarta (Manggarai), Daop 4 Semarang, Daop 5 Purwokerto, Daop 8 Surabaya, Daop 6 Yogyakarta (proses konstruksi), dan Daop 7 Madiun (proses penyelesaian akhir).

Dua unit lainnya Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon sedangkan Daop 9 Jember mengingat sistem persinyalan yang terpasang masih mekanik belum jadi prioritas. Dari jumlah tersebut, OCC yang sudah beroperasi penuh berada di Surabaya, Semarang, dan Purwokerto yang termasuk lintas berfrekuensi padat.

Untuk Manggarai yang siap difungsikan, diklaim sebagai OCC yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara. OCC sendiri berfungsi melakukan monitoring perjalanan kereta api secara terpusat, memastikan keamanan dan ketepatan waktu, serta mengatur jumlah perjalanan kereta menjadi sangat optimal.

Dengan fitur seperti itu-lah, Executive Vice President Engineering PT LRS (Len Railway Systems), Sjaikhunnas El Muttaqien menjelaskan bahwa secara konsep, OCC bisa mirip dengan aplikasi FR, yakni memonitor traffic seluruh pergerakan KA yang ada di suatu daerah operasi secara realtime beserta ID dari KA yang sedang beroperasi.

“Yang membedakan, sifatnya hanya segmented, karena tiap Daop memiliki OCC masing-masing dan hanya mampu memonitor wilayahnya saja sehingga berbeda dengan FR yang mampu menampilkan pergerakan KA tanpa segmented wilayah. Di luar itu, status FR di-buka untuk seluruh masyarakat, sedangkan data di OCC hanya dapat di akses oleh operator (KAI),” katanya.

Menurut dia, ada dua pola kerja OCC. Salah satunya, memonitor kesesuaian jadwal antara master schedule Gapeka (Grafik Perjalanan KA) dengan eksekusi sesungguhnya yang terjadi di lapangan secara manual. Untuk kesesuaian itu, data operasinya berasal dari masing-masing stasiun, termasuk eksekusi pemberangkatan dan penerimaan KA yang dilakukan petugas PPKA (pemimpin perjalanan KA) di tiap stasiun.

Pola satunya lagi, gelindingan operasi dilakukan secara terpusat seluruhnya di OCC, termasuk eksekusi pemberangkatan dan penerimaan KA yang dilakukan  operator di pusat kendali, dan berjalan secara otomatis dengan merujuk jadwal Gapeka yang telah di-input ke dalam sistem. Kuncinya tetap sama, berupa monitoring terhadap kesesuaian jadwal dengan Gapeka di OCC. Operator pun menjalankan peran kuncinya sebagai pemandu demi kelancaran lalu lintas KA. Semua stasiun terhubung.

Dari data yang diolah dari pola operasi tersebut, terutama pengaturan terpusat, memastikan keamanan dan keandalan operasi KA merupakan hal yang tak bisa ditawar.

“Dalam kondisi ideal, petugas OCC dengan pola operasi manual hanya memonitor traffic dan tidak terlalu banyak melakukan intervensi petugas PPKA di tiap stasiun. Namun apabila terjadi gangguan yang membuat traffic terganggu dan berefek pada keterlambatan pada banyak KA dalam suatu lintas, petugas di OCC dapat memberi arahan untuk mengurai keterlambatan kepada para PPKA,” kata tenaga muda andal di anak perusahaan Len itu.

Selain itu, train numbering (ID Kereta) yang di-input oleh petugas OCC, akan sangat sangat membantu PPKA di tiap stasiun untuk mengenali KA yang akan masuk stasiun karena muncul di panel kontrol sehingga berguna bagi petugas di lapangan itu untuk mengambil keputusan dan mengarahkan KA, apakah dapat berjalan langsung atau harus menunggu dan berhenti di tiap stasiun.

Tak hanya itu, laju KA, mengingat per petak mempunyai panduan kecepatan, bisa pula dimonitor supaya tetap berada dalam koridor. Pasalnya, OCC dapat mengakses fasilitas GPS yang terpasang di tiap-tiap KA. Dari status posisi KA, melalui alat itu kemudian dapat di-konversi menjadi kecepatan KA. Data-data ini kemudian jadi bekal untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam memastikan keamanan perjalanan.

“Apabila ada overspeed pada suatu KA, petugas OCC dapat memberikan info dan peringatan langsung kepada masinis yang sedang bertugas, petugas OCC mempunya media komunikasi melalui radio sehingga dapat berkomunikasi langsung dengan masinis. Dengan data itu pula, petugas OCC juga dapat memberikan info terkait batas kecepatan (Taspat) apabila disuatu titik ada limitation speed terkait sesuatu hal seperti ada pekerjaan, atau kecelakaan,” katanya.

BUMN Len Industri Cetak Laba Rp 133 M, Melesat 118%

Lebih dari itu, kata Sjaikhunnas El Muttaqien, OCC memungkinkan pengoperasian KA tanpa masinis. Cuma persoalannya, langkah tersebut membutuhkan kerja keras. Pasalnya, ada pembaruan yang tak sedikit dan tentu saja harus dilakukan di lapangan. “Perlu effort perubahan di level stasiun, sistem persinyalan, dan di level sarana, keretanya,” katanya.

Dengan fitur-fitur seperti itu, tentu banyak pengguna yang. berharap perjalanan KA semakin andal. Dan rasanya, tak ada salahnya, keunggulan sistem itu bisa dirasakan langsung masyarakat.  Fitur itu bisa diakses secara umum kendati terbatas.

Cukup dibagikan kepada penumpang melalui fitur di aplikasi KAI Access misalnya. Bila pun tidak, itu bisa disiarkan melalui fasilitas display di dalam kabin dengan grafis yang menarik. Anggap saja, bagian dari pelayanan berupa “transparansi” ketepatan waktu. Bila pun akan dipadukan siaran realtime CCTV dari depan lokomotif dan belakang rangkaian, sepertinya akan semakin menarik. Biar tak bosan selama perjalanan. Bahkan siapa tahu jadi daya tarik.

Alumni TF ITB Bantu Turki Temukan Cadangan Gas Terbesar di Laut Hitam

Beni Kusuma Atmaja (TF07)

Berlayar pada 29 Mei yang lalu dari Istanbul, delapan pemuda berwarga negara Indonesia yang bekerja di Kapal pengebor minyak Turki, Fatih, turut terlibat dalam penemuan cadangan energi terbesar dalam sejarah Turki. Sebesar 320 miliar meter kubik cadangan gas alam ditemukan di sumur Tuna-1 sekitar 100 mil laut di pantai utara Turki di Laut Hitam.

Cadangan gas alam di sumur Tuna-1 yang kemudian diberi nama Ladang Gas Sakarya sesuai nama Provinsi Turki di dekat lokasi penemuan tersebut, diharapkan dapat beroperasi dan siap digunakan untuk kebutuhan publik pada 2023. Tahun tersebut bersamaan dengan hari jadi Republik Turki ke-100.

Penemuan itu pun telah diumumkan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 21 Agustus 2020 sebagai salah satu capaian di tengah upaya Turki mengurangi ketergantungan energi dari negara lain. Pemerintah Turki juga nantinya berharap menjadi salah satu eksportir energi di dunia.

Presiden Erdogan memberikan selamat bagi para pejabat dan pekerja yang telah membantu tercapainya penemuan bersejarah ini. Kapal Pengebor Fatih merupakan kapal pengebor nasional Turki yang juga mempekerjakan tenaga ahli dari berbagai negara sahabat, salah satunya Indonesia.

“Tak banyak yang berpengalaman di bidang wireline drilling, itulah kenapa kami dipekerjakan di sini dan melatıh tenaga lokal,” ujar Beni Kusuma Atmaja, alumni Teknik Fisika ITB (angkatan 2007) dalam keterangan resmi KJRI Istanbul kepada Republika, Selasa (25/8).

Dia merupakan seorang insinyur dalam wireline drilling, teknik pengeboran ultra-dalam yang efisien dalam ekstraksi dari massa bebatuan dan penemuan migas. Beni tidak sendiri, putera Indonesia lain dalam misi penemuan sumber cadangan gas Turki di antaranya Randyka Komala, Bahriansyah Hutabarat, Rifani Hakim, Dian Suluh Priambodo, Hardiyan, Indra Ari Wibowo, dan Ravi Mudiatmoko.

Mereka semua adalah tenaga ahli pengeboran Indonesia yang bekerja di Turkiye Petrolery Offshore Technology Center, anak perusahaan Turkiye Petroleri. Itu adalah perusahaan minyak pertama dan pemain penting dalam perekonomian Turki.

Konsul Jenderal RI Istanbul Imam As’ari mengapresiasi para pemuda WNI yang turut serta. “Kontribusi delapan pemuda Indonesia ini tentunya patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi anak muda Indonesia untuk terus berprestasi dan menuntut ilmu setinggi-tingginya,” ujar As’ari.

Menurutnya sudah menjadi komitmen KJRI Istanbul untuk mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja sektor formal dan kemampuan pekerja Indonesia di Turki. Masuknya kedelapan pemuda Indonesia membuktikan Indonesia mampu bersaing di pasar tenaga kerja teknologi tinggi di dunia.

“Ke depan, diharapkan semakin banyak Pemuda Indonesia yang mampu berkontribusi positif bagi perkembangan Indonesia dan dunia internasional,” tukasnya.

Vivat FT! Vivat TF! Vivat ITB!

Selamat menjalankan tugas di Turki, kak Beni Kusuma Atmaja!

https://m.republika.co.id/berita/qfnduu459/8-pemuda-indonesia-bantu-turki-temukan-cadangan-gas-terbesar